Suatu ketika mungkin seseorang menyalahi persepsi kita, dan berdasarkan kebenaran ternyata dia salah. Apa berarti kita benar?
TIDAK!!!Hanya saja secara kebetulan Allah tengah meletakkan kita pada sisi yang benar. Lagipula bisa saja Ia mengalihkan kita sehingga kita terpeleset pada kesalahan.
Apabila kita bertindak salah, apa berarti kita rendah atau makhluk bodoh?
Ah, tidak juga.. Manusia merupakan tempat salah dan luput. Suatu kemakluman jika terjatuh pada kesalahan. Namun ketahuilah... Sesungguhnya kesalahan bagi orang bijak adalah tangga kehidupan yang menuntun manusia pada hakikat kehidupan jika ia mau menelaah sisi baik dan buruk suatu kesalahan, kemudian ia naik pada tingkat selanjutnya.
Kebenaran yang hakiki hanya terletak pada Tangan Tuhan. kebenaran manusia semuanya bersifat relatif, serba tergantung dan serba terikat satu sama lain, bisa jadi benar bisa jadi salah. karena itu juga, akan sangat merepotkan jika terlalu mendengar makian orang mengenai salah dan benar diri kita masing-masing. Betapa baiknya jika kita berpegang pada kebenaran Allah saja, sudah pasti jaminan surga dan damai di dunia.
Berlakulah sesuai hati nurani dan Kalamullah, InsyaAllah akan lurus jalan kita, seperti halnya apa yang telah difirmankan Allah dalam surah Al-Isra ayat 84 yang berbunyi.
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى
شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَى سَبِيلا (٨٤)
Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya
masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya."
Orang yang pertama kali harus kita perlakukan dengan jujur adalah diri dan hati kita. oleh karenanya jalanilah hidup dengan kebenaran hati, akal, dan ketetapan Tuhan. Wallahu a'lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar