Senin, 13 Oktober 2014

GENGSI

         Kasih sayang merupakan satu hal mulia yang menciptakan kedamaian diantara kerumunan manusia. Kasih sayang pula yang dapat menuntun manusia bertemu Penciptanya. Namun, sayang globalisasi sudah menyulap kasih sayang menjadi sebuah keegoisan, merubah pengabdian menjadi emansipasi yang pada awalnya digunakan untuk mengangkat harkat perempuan menuju kemuliaan, akhirnya menjadi tahta bagi seorang perempuan, dimana perempuan yang sudah melampaui material suaminya dapat mengajukan perceraian sesuka hatinya, lebih dari itu globalisasi sudah mengangkat tinggi-tinggi harkat manusia dalam pandangan dirinya sendiri. kenapa tidak? setiap manusia dididik untuk mengejar kesuksesannya dengan jerih payahnya, motivasi, dan logika yang semakin meninggikan dirinya sendiri dengan melupakan hukum Tuhan. Alhasil, semuanya terbang ke langit, mengepakkan sayap harga dirinya sendiri. namun yang terbang hanyalah dirinya sendiri, bukan dengan merangkul keluarganya, kerabatnya, sahabatnya. semua yang terdekat hanya akan menjadi pengaduan ketika sendu.
       
       Harga diri... yah, harga diri mempertahankan harga diri memang penting. Namun, jika dengan mereka-mereka yang terdekat, kita tetap mengagungkan harga diri lebih dari mereka, untuk apa?tidak ingatkah kita bahwa mereka sudah banyak melakukan pengorbanan dari yang kecil sampai yang tak terhitung. mereka berkorban bukan untuk mengemis namun untuk menyayangi kita. ingat! hanya untuk menyayangi dan mengasihi kita. sungguh tidaklah pantas jika kita mengedepankan gengsi dari pada kasih sayang.
    
       Ketika orang lain berbuat baik kepada kita, dengan senang hati kita mengatakan "terima kasih", dan ketika orang lain menabrak kita tanpa sengaja kemudian meminta maaf, dengan mudah kita mengatakan "tidak apa-apa". itulah yang disebut sopan santun. Namun, ketika suasana itu terjadi di rumah, seringkali yang terjadi adalah kita berat hati untuk mengatakan terima kasih, dan berat untuk memaafkan ketika terjadi suatu kesalahan. jadi manakah yang disebut kasih sayang. semua yang terjadi dengan mereka yang terdekat dengan kita adalah Gengsi. tidak sadarkah kita bahwa gengsi juga nama lain dari tidak menghargai kasih sayang mereka yang telah menyayangi kita?

     Seringkali dalam kehidupan, terpisahnya hubungan manusia adalah karena gengsi, gengsi memperlihatkan cinta dan kasih sayang, gengsi jika peduli, takut jika dengan memperlihatkan kasih sayang maka dirinya akan dianggap rendah. satu contoh kecil, seorang istri tidak pernah mengatakan cinta kepada suaminya dengan alasan dia adalah seorang perempuan, jika menyatakan cinta pada suaminya, maka ia akan terlihat seperti perempuan yang tidak memiliki harga diri. alhasil sang istri hanya akan menunggu ungkapan suaminya dan sang suami akan menganggap ia tidak dihargai sang istri dalam hal kasih sayang. atau mungkin sebaliknya, sang suami rentan untuk mengungkapkan sayang kepada istrinya sebab akan dianggap lemah. seorang anak yang gengsi untuk meminta maaf kepada orang tuanya setelah membuat orang tuanya marah. Maka tidaklah heran jika banyak terjadi perceraian, pembunuhan anak, menyebarnya anak-anak durhaka, dan lain-lain. marilah kita ingat, harga diri harus dijaga bukan didepan mereka yang telah menyayangi kita, gengsi harus diadakan bukan untuk menjaga kebenaran diri sendiri.

       Gengsi itu harus dibuang jauh-jauh ketika kita berhadapan dengan mereka yang terkasih, harga diri kita satu, satu dalam jalinan. kasih sayang tidak akan pernah merendahkan derajat seseorang. Gengsi tidak dapat diberlakukan dalam jalinan, karena semakin ia bergejolak maka semakin ia mengarah pada keegoisan, keakuan yang tidak akan melihat orang yang dikasihi.

Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar